Tahukah Anda
apa pengertian aljabar (algebra)? Menurut Wikipedia, aljabar (algebra) berasal
dari Bahasa Arab "al-jabr"
yang artinya "hubungan" atau "penyelesaian". Jadi, aljabar merupakan cabang ilmu
matematika yang mempelajari hubungan dan penyelesaian suatu masalah dengan
menggunakan huruf-huruf tertentu. Penemu aljabar merupakan ilmuwan muslim yang
bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi.
A.
Bentuk Aljabar Dan Unsur-Unsurnya
Perhatikan
ilustrasi berikut:
Bayak
boneka rika 5 lebihnya dari boneka Desi. Jika banyak boneka Desy dinyatakan
dengan x maka banyak boneka rika inyatakan dengan x + 5. Jika boneka Desy
sebanyak 4 buah maka boneka Rika sebanyak 9 buah.
Bentuk
seperti (x + 5) disebut bentuk aljabar.
Bentuk
ajabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat
huruf-huruf untuk mewakili bilangan-bilangan yang belum diketahui.
Bentuk
aljabar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal – hal yang tidak diketahui
seperti banyaknya bahan bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap
minggu, jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu, atau banyaknya makanan ternak
yang di butuhkan dalam 3 hari , dapat dicari dengan menggunakan aljabar.
Contoh bentuk
aljabar yang lain seperti;
·
2x
·
-3p
·
4y + 5
·
(x+1)(x-5)
Huruf-huruf
x, p, dan y pada bentuk aljabar tersebut disebut.
Selanjutnya,
pada suatu bentuk aljabar terdapat unsur-unsur aljabar, meliputi variabel,
konstanta, faktor, suku sejenis dan suku tak sejenis.
Agar
lebih jelas mengenai unsur-unsur pada bentuk aljabar, pelajarilah uraian
berikut:
1.
Variabel, konstanta, dan factor
Perhatikan
bentuk aljabar 5x + 3y + 8x – 6y + 9. Pada bentuk variabr tetrsebut,
huruf x dan y disebut variabel.
Variabel
adalah lambang penganti sutu bilangan yang belumdi ketahui nilainya dengan
jelas.
Variabel
disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a,
b, c, …,z.
Adapun
bilangan Sembilan pada bentuk aljabar di atas disebut konstanta.
Konstanta
adalah sukudari suatau bentuk aljabar yang berupa biangan dan tidak
memuat variabel.
Jika
suatu bilangan a dapat di ubah menjadi a = p x q dengn a, p, q bilangn bulat, maka
p dan q disebur faktor-faktor dari a.
Pada
bentuk aljabar di atas, 5x dapat diuraikan sebagai 5x = 5 × x atau 5x = 1 ×5x.
jadi, faktor-faktor dari 5x adalah 1, 5, x, dan 5x.
Adapun
yang dimaksud koefisien dalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk
aljabar.
Perhatikan
koefisien masing-masing suku pada bentuk aljabar 5x +3y +8x -6y + 9 . Koefisien
pada suku 5x adalah 5, pada suku 3y adalah 3 pada suku 8x adalah 8 dan pada
suku -6y adalah -6 .
2. Suku
sejenis dan suku tak sejeni
a. suku-suku
sejenis adalah suku yang memiliki pariabel dan pangkat dari masing-masing
variabel yang sama
contoh: 5x
dan -2x, 3a2, dan a2, y dan 4y,……
b.
suku-suku takes jenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari
masing-masing variabel yang tidak sama.
Contoar:
2x dan -3x2, -y dan –x3, 5x dan -2y,….
Contoh:
tentukan kuefisien dari x2 dan vaktor dari masing-masing bentuk
aljabar berikut.
a. 7x2
b. 3x2
+ 5
c. 2x2
+ 4x – 3
penyelesaian:
a. 7x2
= 7 × x × x
koefisien
dari x2 adalah 7
Faktor
dari 7x2 adalah 1,7,x, x2, 7x, dan 7x2
b. 3x2
+5 = 3 × x × x + 5 × 1
koevisien
dari x2 adalah 3
faktor
dari 3x2 adalah 1, 3, x, x2, 3x, dan 3x2
faktor
dari 5 adalah 1 dan 5.
c. 2x2
+ 4x – 3 = 2 × x × x + 4 × x -3 × 1
koefisien
dari 2x2 adalah 2
Faktor
dari 2x2 adalah 1, 2, x, x2, dan 2x
Koefisien
dari 4x adalah 4
Faktor
dari4x adalah 1, 4, x, dan 4x
Faktor
dari -3 adalah -3, -1, 1, dan 3
B.
Operasi Hitung pada Bentuk Aljabar
1.
Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar
Pada
bentuk aljabar, operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan
padasuku-suku yang sejenis.
Contoh:
Tentukan
hasilpenjumlahan dan pengurangan bentuk aljabarberikut:
a. -4ax
+ 7ax
b. (2x2
– 3x +2) + (4x2 -5x + 1)
c. (3a2
+ 5) – (4a2 – 3a + 2)
Penyelesaian:
a. -4ax
+ 7ax = (-4 – 7 ) ax
= 3ax
b. (2x2
– 3x +2) + (4x2 -5x + 1) = 2x2 – 3x +2 + 4x2
-5x + 1
= 2x2
+ 4x2 – 3x – 5x +2 + 1
=(2 +
4)x2 +(-3 – 5) x + (2 +1) (kelompokkan suku-suku sejenis)
= 6 x2
– 8x +3
c. (3a2
+ 5) – (4a2 – 3a + 2) = 3a2 + 5 – 4a2 +
3a – 2
= 3a2
- 4a2 +3a – 2
=(3 – 4)
a2 +3a + (5 – 2)
= – a2
+3a +3
2.
Perkalian .
a.
Perkalian suatu bilangan konstanta k dengan bentuk aljabar suku satu dan suku
dua dinyatakan sebagai berikut.
k(ax) =
kax:
k(ax +
b) = kax +kb
contoh:
jabarkan
bentukaljabar berikut,kemudian sederhanaknlah.
a. 4(p + q)
b. 5 (ax +by)
c. 3(x – 3) + 6 (7x + 1)
d. -8 (2x – y +3z)
Penyelesaian:
a. 4(p+q) = 4p + 4q
b. 5 (ax + by) = 5ax +5by
c. 3(x – 3) + 6 (7x + 1) = 3x – 6 + 42x +6
= (3 + 42) x – 6 + 6
= 45x
d. -8 (2x – y +3z) = -16x +
8y – 24 z
b.
Perkalian antara dua bentuk aljabar di nyatakan sebagai berikut:
(ax +b)
(cx + d) = acx2 + (ad + bc)x + bd
(ax +b)
(cx2 + dx +e) = acx3 + (ad +bc)x2 + (ae + bd) x + be
(x + b)
(x – a) = x2 – a2
Contoh:
Tentukn hasilperkalian bentuk aljabar berikut
dalam bentuk jumlah atau selisih.
a. (2x +3) (3x – 2)
b.(-4a + b) (4a +2b)
Penyelesaian:
a. Cara (1) dengan sifatdistributif
(2x
+3) (3x – 2) = 2x (3x – 2) + 3(3x – 2)
= 6x2 – 4x + 9x – 9
= 6x2 + 5x – 6
Cara (2) dengan skema
(2x +3)
(3x – 2)
= 2x ×
3x + 2x × (-2) + 3 × 3x + 3 × (-2)
= 6x2
– 4x + 9x – 6
= 6x2
+ 5x – 6
b. cara (1) dengan sifat distributive.
(-4a +
b) (4a +2b) = -4a (4a +2b) +b ( 4a + 2b)
= – 16a2
– 8ab + 4ab + 2b2
= -16a2
– 4ab + 2b2
Cara (2) dengan skema.
(-4a +
b) (4a +2b)
= (-4a)
× 4a + (-4a) × 2b + b ×4b + b × 2b
= – 16a2
– 8ab+4ab + 2b2
= – 16a2
– 4ab + 2b2
3.
Perkalian
Pada
perpankatan bentuk aljabar suku dua, koefisien tiap suku ditentukan menurut
segi di
(a
+ b)0= 0
(a + b)1=
a + b
(a +b)2
= a2 + 2ab + b2
(a +b)3=
a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
(a + b)4
(a + b)5
(a + b)6
dst
Contoh:
Jabarkan bentuk aljabar berikut
a. (3x + 5)2
b. (2x – 3y)2
c. (x + 3y)3
d. (a – 4)4
Penyelesaian:
a. (3x + 5)2 = 1 (3x)2 +
2 × 3x × 5 + 1 × 52
= 9x2 + 30x + 25
b. (2x – 3y)2 = 1 (2x)2 +
2(2x) (-3y) +1 × (-3y)2
= 4x2 – 12xy + 9y2
c. (x + 3y)3 = 1 (x3) + 3
× x2 × (3y)1 + 3 × x × (3y)2 + 1 ×(3y)3
= x3 + 9x2y +27y3
= a4 – 16 × a3
+ 6a2 × 16 + 4a × (-64) + 1 × 256
= a4 – 16a3 + 96a2
– 256a + 256
4.
Pembagian
Hasil
bagi dua bentuk aljabar dapat kalian peroleh dengan menentukan terlebih dahulu
factor sekutu masing – masing bentuk aljabar tersebut, kemudian melakukan
pembagian pada pembilng dan penyebut.
Contoh:
Sederhanakanlah pembagian bentuk aljabar
berikut
3xy :2y
Penyelesaian:
3xy/2y faktor sekutu y
3xy/2y faktor sekutu y